Donasi Air Bersih

  • Rp0

    Funding Goal
  • Rp0

    Funds Raised
  • 0 Days to go
  • Target Goal

    Campaign End Method
Raised Percent :
0%
The campaign is successful.

Campaign Story

Kebutuhan Air bersih dewasa ini semakin diperlukan. Sebab, keberadaan air merupakan sumber utama bagi keberlangsungan hidup. Apalagi dengan perkembangan jumlah manusia dan pembangunan yang terus terjadi.
Menurut Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) oleh Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya peningkatan rumah tangga yang memiliki akses terhadap sumber air minum layak di Indonesia. Pada 2012 hanya 65,05 persen rumah tangga memiliki akses terhadap sumber air minum layak. Pada 2014, sebanyak 68,11 persen rumah tangga punya akses tersebut. Angka ini naik lagi di 2017 menjadi 72,04 persen.
Namun, tidak ada provinsi yang memiliki akses terhadap sumber air minum layak hingga 100 persen. Provinsi dengan rumah tangga yang memiliki akses tertinggi pada 2017 adalah Bali, itu pun baru mencapai sekitar 90,85 persen. Provinsi kedua dengan akses tertinggi adalah DKI Jakarta sebesar 88,93 persen pada periode yang sama. Kalimantan Utara, yang tercatat sebagai provinsi baru, juga punya akses tinggi dan menempati posisi keempat dengan akses sebesar 83,78 persen.
Pada periode sebelumnya, DKI Jakarta sempat menempati peringkat pertama sebagai provinsi dengan akses tertinggi terhadap sumber air minum layak, yaitu sebesar 92,44 persen. Namun, pada 2017 proporsi rumah tangga yang memiliki akses menurun menjadi 88,93 persen. Penurunan ini, salah satunya disebabkan memburuknya mutu air sungai Ciliwung sejak 2014 hingga 2016 berstatus cemar berat. Sementara Bengkulu menempati peringkat terbawah dengan 43,83 persen rumah tangga yang memiliki akses terhadap sumber air minum layak pada 2017. Selain itu, rendahnya akses juga terjadi di Lampung, tercatat hanya 53,79 persen rumah tangga dengan air layak minum. Sementara di Papua, pada periode yang sama, aksesnya sebesar 59,09 persen, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu 52,69 persen.

Melihat fakta dan kebutuhan itu saja, Negara maritim dengan wilayah lautan 2/3 dari luas wilayah yang ada tentu sangat miris. Apalagi bila musim kemarau datang. Akses kebutuhan air bersih sangat dibutuhkan.
Oleh karena itu Yayasan Sinergi Hijrah Indonesia menawarkan Program, “Hijrah Menuju Air Bersih” yang bertujuan mengadakan dan mempermudah akses masyarakat untuk mendapati air bersih. Program ini akan dilakukan di sejumlah kawasan terdampak krisis air bersih di berbagai kawasan Indonesia.